Tanda -tanda isim
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu
Bahasa Arab adalah bahada yang mulia, Al-Quran sebagai kitab suci umat islam dan pedoman hidup juga diturunkan menggunakan bahasa arab , jadi alangkah sayangnya jika kita yang mengaku umat islam tidak mempelajari bahasa yang mulia ini, lalu bagaimana hati kita dapat bergetar jika dibacakan Al- quran sedang kita tidak mengetahui makna dari bacaan tersebut.
Maka dari itu marilah kita sedikit mempelajari dasar-dasar dari bahasa yang mulia ini.
Kata (الْكَلِمَةُ) dalam bahasa Arab terbagi menjadi 3 (tiga), yaitu:
- Isim (اِسْمٌ).
- Fi’il (فِعْلٌ).
Fi’il adalah kata kerja yang menunjukkan suatu kejadian pada salah satu waktu dari tiga waktu tertentu, yaitu masa lampau (الْمَاضِي), masa sekarang (الْحَالُ), atau masa yang akan datang (الْاِسْتِقْبَالُ).
Contoh: خَرَجَ (keluar), دَخَلَ (masuk), dan lain-lain.
- Huruf (حَرْفٌ).
Huruf adalah kata yang tidak mempunyai arti kecuali setelah bersambung dengan kata lain, baik dengan isim maupun fi’il, sehingga memberikan arti pada isim atau fi’il tersebut.
Contoh: هَلْ, فِيْ, لَمْ, dan lain-lain.
setelah penjelasan di atas lalu bagaimana kita dapat menentukan suatu kata itu termasuk isim fi'il atau huruf ?
maka dari itu berikut penjelasan tentang tanda- tanda isim.
Tanda-tanda Isim (عَلَامَاتُ الاِسْمِ)
Isim dapat dikenali dengan tanda-tanda sebagai berikut.
- Bisa menerima tanwin (ـًـ ـٍـ ـٌـ), seperti قَلَمٌ, بَيْتٌ, رَجُلٌ.
- Bisa menerima jar (kasrah atau pengganti kasrah), seperti pada kalimat بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ .
Keterangan:
- Kata-kata (اسْمِ), (اللهِ), (الرَّحْمنِ), (الرَّحِيْمِ) semuanya berharakat akhir kasrah.
- Jar/khafdh adalah istilah yang dipakai untuk menunjukkan kasrah atau pengganti kasrah, yang akan dijelaskan pada pembahasan masalah i’rab (perubahan akhir suatu kata), insya Allah.
- Bisa dimasuki/didahului huruf jar (huruf yang menyebabkan suatu isim berharakat akhirkasrah atau pengganti kasrah). Huruf-huruf jar itu di antaranya (البَاءُ), (مِنْ), (إِلىَ), (عَلَى), (فِي), dan lain-lain.
Contoh:
Kata-kata di atas, yaitu (زَيْدٍ), (اْلَبيْتِ), (اْلمَسْجِدِ), (الْمَكْتَبِ), ( الْحَمَّامِ), semuanya berharakat akhirkasrah (ــِـ) karena didahului oleh huruf-huruf jar.
- Bisa dimasuki/didahului huruf nida’ (panggilan).
Contoh:
Kata (مُحَمَّدُ) dan (رَجُلُ) tidak bertanwin karena berkaitan dengan salah satu hukum isim yang terletak di belakang huruf nida’
- Bisa menerima huruf alif lam (ال).
Contoh:
- Bisa disambung/disandarkan dengan isim lain yang diakhiri jar (kasrah atau penggantikasrah) pada isim
Contoh:
- Kata-kata (مُحَمَّدٍ), (الْمُدِيْرِ), dan (الْمَسْجِدِ) semuanya berharakat akhir kasrah.
- Pada contoh (سَيَّارَةُ الْمُدِيْرِ), (سَيَّارَةُ) disebut mudhaf dan (الْمُدِيْرِ) disebut mudhaf ilaihi.
semoga blog yang singkat ini dapat bermanfaat bagi pembaca maupun diri saya pribadi, apbila ada kekurangan dalam hal penulisan saya mohon maaf .
wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu










0 komentar:
Posting Komentar